Cerita inspirarif uprak bindo

Ada seorang anak bernama Nur Laila, ia biasa dipanggil dengan sebutan Laila. Dia sekarang sudah duduk di bangku kelas 3 SMP di SMP Maju Bangsa. Sudah dekat waktu untuk Laila dan teman-temannya melakukan Ujian Akhir Sekolah atau biasa yang disebut UAS dan Ujian Akhir Nasional yang biasa disebut dengan UAN. Laila merasa bahagia karena ia masih bisa bersama teman-teman sekelasnya selama 3 tahun hingga mereka akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional bersama-sama. Malam hari telah tiba Laila duduk di teras depan rumahnya tempat ia biasa memikirkan sesuatu. Laila sekarang sedang berpikir tentang sesuatu saat ini, ia memikirkan apa yang dibicarakan Alena tadi di sekolah sewaktu jam istirahat. Ternyata apa yang Laila inginkan belum tentu terwujud karena hasil ujian dan juga rapot nya belum keluar. Laila sangat tidak sabar menunggu hari itu tiba di hidupnya. Di hari orang tuanya mengambil hasil ujian dan rapotnya, Laila merasa sangat deg-degan tapi dia mencoba untuk tenang dan terus berdoa. Saat orang tua nya pulang, wajah orang tuanya tampak sedikit murung dan kecewa tetapi mereka harus terlihat kuat di depan Laila. Ternyata hasil ujian dan rapot Laila kurang memuaskan, Laila merasa sangat sedih dan menyesal karena dia merasa bersalah kepada kedua orang tuanya sebab dia tidak bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.Waktu nya Laila mamasukki sekolah baru dengan tingkat atau level yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Atas. Saat pertama Laila masuk SMA dia sangat gugup, saat di kelas yang baru Laila juga mempunyai teman baru bernama Teti, tak hanya itu ternyata dia juga satu kelas dengan Alena sahabatnya waktu SMP.Tak terasa waktu 3 tahun begitu cepat, sekarang Laila, Teti, dan Alena harus berpisah karena ingin melanjut kan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu kuliah. Mereka ingin masuk di universitas yang berbeda-beda. Laila ingin masuk ke universitas yang ada di Yogyakarta, Teti ingin masuk ke universitas yang ada di Surabaya dan Alena ingin masuk ke universitas yang ada di Semarang. Saat mereka sudah lulus SMA ternyata mereka semua masuk ke universitas yang mereka inginkan. Pada suatu hari Laila sedang berada di suatu pemeran. Dia berkeliling kesana-kemari untuk melihat lihat ada apa saja yang ada di sana sampai lupa waktu. Saat sudah pukul 7 malam dia merasa sangat lapar dan pergi ke kantin yang telah disediakan oleh pameren tersebut. Sesampainya di sana dia melihat ke dua teman lamanya yaitu Teti dan Alena. Di sana mereka bercerita-cerita tentang perjalanan kuliah dan juga karir mereka. Tak disangka Teti dan Alena menjadi orang yang sukses, Teti sekarang sudah menguasai 4 bahasa yaitu bahasa Inggris, bahasa Spanyol, bahasa Prancis, dan juga bahasa Jepang. Sedangkan Alena sekarang sudah menjadi arsitek yang sangat handal dan gambar-gambarnya juga sangat bagus dan rapi. Laila sangat bahagia di hari itu karena bertemu dengan sahabat-sahabatnya dan dia berharap juga apa yang telah kita impikan selama ini bisa menjadi kenyataan dan bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIY Football Game menggunakan Scratch!

Perkenalan diri

Cerita rakyat